Aku dan MD adalah penggemar film remaja The Twilight. Awalnya terjadi secara tidak sengaja. Waktu itu rumah sepi selama beberapa hari karena Arum-Dinda ikut paket wisata anak ke luar kota. Karena bengong gak tahu harus ngapain, akhirnya kami 'berpetualang' dari satu mall ke mall lain untuk mengisi waktu. Kebetulan Eclipse -sekuel ketiga dari The Twilight- main di salah satu bioskop, dan MD berhasil mendapat tiket dengan posisi yang pas menurut aku (karena kalau terlalu kedepan atau kebelakang aku ogah, mending lihat di rumah).
Sebelum film di putar aku sempat melihat ke sekililing tribun, dan ternyata isinya hampir semuanya remaja. Wuih, berasa masih SMA. Jadi ingat dulu aku juga senang nonton, sama MD juga, tapi sekarang lebih enak...kan lebih bebas mau ngapain-ngapain (memangnya mau ngapain? :))
Inti ceritanya adalah seorang gadis yang jadi rebutan dua pria, yang satu vampir dan satunya lagi serigala. Nah disinilah serunya. Penonton laki-laki hampir selalu terdengar mendengus kesal sambil sekali-sekali nggerundel pas tiba adegan si gadis tampak bingung menjatuhkan pilihan. Sampai-sampai sekurity studio yang nebeng nonton mengomel keras, " Dasar perempuan ! sama yang ini mau, sama yang itu mau...Huh !".
Tak urung aku terkikik geli mendapati kenyataan betapa laki-laki mau enaknya sendiri. Kalau ada perempuan yang 'mendapat angin' untuk bisa menggenggam dua laki-laki sekaligus -meskipun cuma dalam film- mereka akan sangat tidak rela dan tidak terima. Coba saja seandainya situasi dibalik; si laki-laki yang dengan leluasa menggenggam dua perempuan sekaligus, apakah mereka akan seribut ini ?
Dari pengalaman nonton sekuel ketiga, aku menjadi tertarik untuk 'mempelajari' film ini lebih jauh. MD dengan senang hati mencarikan semua serinya dari yang pertama The Twilight, New Moon, dan Eclipse. Yang sekarang sedang happening di XXI adalah episode 1 dari sekuel keempat yaitu Breaking Dawn. Aku juga sedang mempertimbangkan untuk membaca novelnya, sekaligus melihat latar belakang penulisnya. Karena seringkali atmosfir pribadi penulis mempengaruhi hasil tulisannya.
Oh ya...yang pertama bilang bias gender itu MD lho, padahal ini istilah sosiologis banget. Aku sendiri menilai fenomena kecenderungan poliandri adalah salah satu dampak kemajuan jaman. Artinya terjadi perubahan pola berpikir, pergeseran nilai dan norma dalam masyarakat, dan semua itu perlahan tapi pasti ikut merubah individu dalam masyarakat secara signifikan. Ruwet.... memang bukan untuk dipikir kok, hanya jadi wacana saja sekaligus pengingat laki-laki bahwa 'apapun bisa terjadi'. Jadi; waspadalah !...waspadalah !...
* Jangan percaya, Pa...ini analisis ngawur...:)))
Tidak ada komentar:
Posting Komentar