Sabtu, 12 November 2011

Aku Belajar Banyak Hal...

Suatu ketika aku pernah ikut Mas Dony menemui seorang petinggi di suatu instansi pemerintah di luar kota. Karena ini adalah pembicaraan penting dan aku sama sekali tidak tahu menahu, aku menunggu di lobby dengan berbekal sebuah novel tebal. Perkiraanku Mas Dony akan berada di dalam ruangan selama 1/2 atau paling lama 1 jam. Ternyata beberapa jam berlalu dan Mas Dony baru menampakkan perut ndutnya. Selama menunggu tadi aku tidak mood baca novel. Bosan. Aku hanya melamun dan membiarkan pikiranku melayang-layang dengan bebasnya. Ada beberapa hal yang masih membekas dan sempat kuendapkan. Inilah hasilnya...

....
Dengan kesadaran penuh, aku belajar bahwa 
aku tidak dapat memaksa orang lain untuk mencintaiku,
aku hanya dapat melakukan sesuatu untuk orang yang kucintai...

Aku belajar bahwa butuh waktu bertahun-tahun
untuk membangun kepercayaan, dan hanya
beberapa detik saja untuk menghancurkannya...

Aku belajar bahwa orang yang tadinya kukira jahat,
justru adalah orang yang melecut semangat hidupku
dan sangat peduli pada masa depanku...

Aku belajar bahwa jika seseorang tidak menunjukkan 
perhatian seperti yang kuinginkan, bukan berarti
dia tidak mencintai aku...

Aku belajar bahwa sebaik-baik pasangan
ia pasti pernah melukai perasaanku,
dan untuk itu aku harus memaafkannya...

Aku belajar bahwa aku harus bisa memaafkan diri sendiri
dan orang lain, kalau aku tidak ingin dikuasai 
perasaan bersalah terus-menerus...

Aku belajar bahwa lingkungan bisa mempengaruhi pribadiku,
tapi aku harus bertanggung jawab untuk
apa yang telah kulakukan...

Aku belajar bahwa tidaklah penting apa yang kumiliki sekarang,
tapi jauh lebih penting adalah
siapa aku ini sebenarnya...

Aku belajar bahwa tidak ada satupun yang 'instant',
semua butuh proses dan pertumbuhan 
kecuali aku ingin sakit hati...

Aku belajar bahwa aku harus memilih
apakah menguasai sikap dan emosi, atau
sikap dan emosi yang menguasai aku...

Aku belajar bahwa aku pun berhak marah,
tapi itu bukan berarti aku harus benci
dan berlaku bengis...

Aku belajar bahwa orang-orang yang kukasihi
sering diambil segera dari kehidupanku,
dengan beragam cara...

Aku belajar bahwa aku harus belajar 
dari kesalahan yang pernah kulakukan 
dan hidup untuk masa depan,
bukan terus-menerus melihat ke masa lampau...

Aku belajar bahwa cinta itu memberi dan mengerti,
tanpa harus diberi dan dimengerti...

Aku belajar bahwa apa yang kuinginkan tidak selalu
sesuai dengan apa yang kubutuhkan,
dan aku harus berlapang dada menerimanya...

Aku belajar bahwa keluargaku 
adalah harta terbesar yang kumiliki...

Aku belajar bahwa dengan berterima kasih padaNya
maka Ia akan memberi lebih banyak lagi...

Aku belajar bahwa aku tidak boleh berhenti belajar,
selamanya, seumur hidupku...
....

Terima kasih untuk semua orang terkasih yang telah menginspirasi tulisan ini.

Tidak ada komentar: