Putri Arimbi Arumdhany, adalah putri sulungku yang lahir di tahun kedua pernikahanku dengan MD, dua puluh hari sebelum wisuda sarjanaku yang tertunda setahun.
Menatap Arum -begitu pamggilannya- saat ini, ingatanku melayang pada betapa beratnya dulu masa kehamilanku, saat ia ada di dalam perutku dan kubawa kemanapun aku pergi. Ketika itu aku sedang mengerjakan skripsi yang sempat mundur dua semester, dengan kondisi kesehatan yang naik turun.
Dengan penuh perjuangan dan dukungan semua orang yang ada di sekelilingku, suami, keluarga, dan teman-teman kuliah, akhirnya aku berhasil maju sidang skripsi dalam kondisi hamil delapan bulan. Terbayang kan, bagaimana performku saat sidang ?
Tiga dosen penguji yang paling kusegani saat kuliah, tanpa ampun mencecarku dengan berbagai pertanyaan. Beliau-beliau ini seperti tidak terpengaruh dengan kondisiku yang mati-matian bertahan duduk tegak sambil tetap konsentrasi menjawab pertanyaan, sementara keringat dingin terus mengucur karena menahan nyeri di perut.
--Ah, nak, kalau saja kau tahu, betapa segala yang mama lakukan ini adalah untuk kebaikan kita berdua. Karena setiap mama mendapat pertanyaan; beneran kuat nih, mengerjakan skripsi dalam kondisi hamil ?, selalu mama jawab; insyaallah kuat, kan dikerjakan dua orang.--
Sekarang, Arum sudah akan berusia lima belas tahun pada bulan Maret nanti, dan ini menjadi masa-masa genting dalam kehidupannya. Bagaimanapun, keberhasilan menjalani dan melalui masa remaja akan sangat menentukan kesuksesan kita di masa depan. Ini yang selalu aku tekankan pada Arum.
Mencoba sebanyak mungkin kegiatan, bergaul dengan sebanyak mungkin tipe orang, berteman dengan seluas mungkin kalangan, adalah modal penting untuk menapak masa depan. Karena dunia begitu luas dan indah, dan kita tidak pernah tahu apa yang ada di luar sana.
--Dunia ini adalah medan pertempuran, nak. Antara yang baik dan yang buruk, antara yang benar dan yang salah, antara yang hitam dan yang putih. Kau harus memilih dan itu berarti bertempur. Jadi, menangkan pertempuranmu ! Buatlah kami semua bangga padamu. Jangan pernah gentar dan kecil hati, karena kau mewarisi darah petarung dari mama, dan jiwa kesatria dari papa.--
***
Tidak ada komentar:
Posting Komentar