Jawabannya adalah; karena halamanku tidak berumput. Yang ada adalah puluhan jenis adenium, puluhan pot anthurium, ratusan pot anggrek, dan berbagai tanaman hias dari beragam jenis. So, jangan iri sama rumput tetangga, karena bisa jadi mereka hanya punya rumput tapi tidak punya yang lainnya...hehehe...
---
Penyakit hati yang sampai sekarang masih aku perjuangkan sekuat tenaga untuk sembuh adalah; rasa tidak ingin tertinggal dari yang lain, rasa tidak ingin kalah dari yang lain, dan selalu merasa apa yang mungkin untuk orang lain pasti mungkin juga untukku.
Dalam banyak hal, sejauh itu positif, tentu bagus sekali efeknya. Untuk urusan sepele saja, perasaan 'tidak mau kalah' ini berhasil mendorong semangatku melakukan hal-hal yang tadinya sekedar membayangkannya saja aku sudah malas. Misalnya berenang. Aku jadi rajin berlatih renang dalam berbagai gaya saat tahu teman-temanku yang lain mahir juga melakukannya.
Lalu, mengaji. Dari yang sekedar bisa membaca dengan tajwid standart, jadi terpacu untuk 'menambah jam terbang' dengan mempelajari rost bacaan Qur'an yang merdu, setelah mendengar salah seorang teman melantunkan ayat Qur'an dengan sangat indah sampai membuatku menitikkan air mata. Subhanallah...
Itu untuk yang good impact, kalau yang nyerempet-nyerempet bahaya gimana ?
Aku tuh ya...mmm, gimana ya ngomongnya...selalu merasa tidak ada yang tidak mungkin di dunia ini, asal kita mau mengejar dan meraihnya. Kalau dalam masa pengejaran dan peraihan itu sampai membuat kita harus berdarah-darah, menguras air mata, harta dan tenaga *lebay poll* , itu tidak jadi soal, yang penting hasrat kita tercapai dan keinginan kita terwujud.
"Mengerikan...", kata MD. Menurutku tidak juga, karena dengan hasrat dan semangat yang nyaris tanpa batas itulah aku bisa bertahan tetap tegar sampai saat ini. Jangan ditanya berapa kali aku harus menghadapi kerasnya hidup, tekanan luar biasa hebat justru dari orang-orang terdekat, tuduhan menyakitkan yang tidak berdasar, dan berbagai ujian yang hampir tidak tertanggungkan.
Luar biasa sakit. Luar biasa pedih. Tapi detik ini aku ada disini, dan itu berarti semua badai ganas itu tidak berhasil meruntuhkan aku. Butuh usaha lebih keras bagi orang-orang diluar sana untuk menggilas aku. Ketika hal itu terjadi, aku sudah akan lebih dulu menjatuhkan mereka tanpa sedikitpun mereka menyadarinya.
---
Rumput dihalaman tetangga memang selalu jauh lebih hijau, aku tahu itu. Tapi aku tidak ingin rumput ! aku ingin lebih dari sekedar rumput, dan aku tidak segan-segan menyingsingkan lengan baju menanam sebatang pohon jagung, karena dengannya ada banyak hal yang bisa aku dapatkan. Buahnya, daunnya, batang pohonnya, dan bahkan bungkil jagungnya.
Jadi, jangan pernah lagi melirik-lirik rumput tetangga. Gak ada gunanya !
***

Tidak ada komentar:
Posting Komentar