Sabtu, 21 Juli 2012

Membuat Kesalahan Lagi dan Lagi...



Hanya keledai bodoh yang jatuh dua-tiga kali
ke dalam lubang yang sama

---

Sejujurnya, aku paling jengah dan tidak nyaman mendengar kalimat 'manusia adalah mahluk lemah dan rentan melakukan kesalahan berulang, karena terdorong nafsu dan karena kelemahannya mengendalikan nafsu itu'. Sangat tidak merdu di dengar dan melukai harga diri sebagai manusia, ya kan ? Tapi ternyata itu semua adalah benar adanya dan...aku sangat sangat menyesal itu terjadi padaku.

Kalau dulu lidah ibarat pedang, sekarang --di era digital ini-- message ibarat pedang. Karena hampir sebagian besar komunikasi dilakukan dengan piranti digital, maka bukan pedang lagi yang melukai dan mengoyak, tapi produk dari alat-alat canggih itu. You know what I mean, don't you ?

Karena sangat membatasi berbicara di telepon dengan siapapun, aku seringkali hanya bertukar pesan dengan orang-orang disekitarku untuk berbagai keperluan. Meskipun ada juga beberapa pihak yang dengan sengaja kutelepon karena urusan penting dan sangat mendesak, yang tidak mungkin disampaikan hanya melalui pesan singkat.

Nah, masalah terjadi dengan pesan-pesan singkat ini, bukan dari sisi aku tapi dari sisi mereka. Ada banyak hal terjadi berkaitan dengan isi pesan yang mereka kirim padaku, yang sejujurnya bukan kemauanku, tapi seringkali aku tidak kuasa menolak atau menghentikannya. Parahnya lagi, aku mengimbanginya dengan --seperti biasa..-- tanpa sadar mengeluarkan semua kemampuanku menangkis serangan.

Akibatnya tentu bisa diduga. Ada pihak-pihak yang --mungkin-- tersakiti, terluka, dan tersinggung berat atas semua statementku. Untuk semuanya itu aku hanya bisa memohon ma'af, meskipun tidak semuanya murni kesalahanku.

Membela diri ?, tentu tidak. Berkelit ?, tidak juga. Aku hanya mencoba mendudukkan persoalan pada porsi yang tepat. Tidak emosional menanggapi, tapi tidak juga menyepelekan seolah tidak terjadi apa-apa. Sewajarnya saja.

Kalau sudah begini baru terasa betapa pentingnya kemampuan mengendalikan diri. Kemampuan berkata 'tidak'. Kemampuan melupakan, merelakan, mengabaikan, dan menerima dengan lapang dada. Kemampuan untuk mengubah yang tidak indah menjadi indah, dan menikmatinya...

*** 

mohonma'afpadasemuapihak,semogainitidakmemutuskanikatansilaturahimkita.selamanya...




Tidak ada komentar: