Senin, 16 Juli 2012
Life Doesn't Always Go As Planned
Seketika tertegun saat pertamakali aku membaca judul diatas. Seorang author nun jauh di Michigan sana menuliskan perjuangannya menyembuhkan putra tunggalnya dari kecanduan heroin. Yang membuatku salut adalah kegigihannya untuk bertahan menjalani hidup dengan tidak mengurangi sedikitpun cintanya pada putranya, padahal pada saat bersamaan suaminya memilih untuk meninggalkannya.
---
Ada saat-saat dalam hidup kita, semua terasa begitu berat. Masalah datang silih berganti seolah tidak ada hentinya. Apalagi kalau kita sudah terbiasa hidup dalam zona nyaman, dan selalu ada dewa penolong yang siap pasang badan menyelesaikan semua kesulitan kita. Sedikit guncangan saja sudah membuat kita oleng. Turbulensi.
Kita ??...hehe..aku, maksudnya. Didera masalah bertubi-tubi ? ah itu sih biasa. Namanya juga orang hidup. Wong yang sudah mati saja masih menanggung masalah kok. Jadi buat apa diambil pusing. Karena masalah-masalah itulah yang membuat hidup lebih hidup...
---
Sudah lama aku sadar ( ? ) kalau hidup ini tidak selalu seperti yang kita mau, seperti yang kita rencanakan. Tetapi kesadaran itu bukan jaminan bahwa aku tidak terkaget-kaget ketika ternyata semuanya berjalan ke arah yang tidak sesuai harapanku. Bukan shock, cuma bengong sedikit plus termangu-mangu. Karena sejatinya aku tidak bisa menghitung betapa banyak nikmat yang telah tercurah dalam hidupku. Betapa semuanya yang aku impikan nyaris teraih dalam capaian lebih dari harapanku sebelumnya. Kalau ada satu-dua hal yang di luar perkiraan dan berakibat fatal, aku rasa itu hanya semacam granule yang ditaburkan diatas cappuchino. Sedikit mengganggu tapi rasanya nikmat...:)
Aku --dan mungkin banyak orang lain-- merasa jauh lebih tegar dan kuat karena ada seseorang yang dengan senang hati dan tulus tetap berada di sisiku saat aku berjuang menghadapi gelombang hidup. Seseorang itu adalah ;
- seorang suami yang sedikit otoriter, tapi nggak apa-apa karena sepertinya aku memang perlu itu :)
- seorang teman yang sedikit militan, pandangannya radikal dan keras, tapi aku butuh juga peringatan seperti yang sering disampaikannya padaku.
- seorang teman yang sedikit lebay, masalah keluarganya luar biasa rumit, tapi curhatnya membuka mataku, ternyata aku jauh lebih mendingan.
- seorang teman juga yang jauh enggak dekat juga enggak, tapi mau saja dicurhati walau dia sendiri banyak ruwetnya...:D
Hidup memang tidak selalu berjalan seperti yang kita rencanakan, tapi hadirnya 'seseorang' membuat kesalahan rencana itu menjadi bentuk rencana baru yang jauh lebih indah. Bukan begitu ?...
***
Langganan:
Posting Komentar (Atom)


Tidak ada komentar:
Posting Komentar