Jumat, 27 April 2012
Unas Arum, Unas Mama-Papa Juga...
Jum'at minggu lalu kami, wali murid kelas IX SMP Al Hikmah, mengadakan do'a bersama jelang Unas. Acara ini sudah menjadi tradisi di lingkungan YLPI Al Hikmah, dan selalu diadakan setiap tahun di setiap jenjang pendidikan mulai SD, SMP, sampai SMA.
Tiga tahun lalu, waktu aku ikut untuk Unas SDnya Arum, aku belum punya gambaran seperti apa acara ini berlangsung. Aku pikir hanya do'a bersama biasa, ternyata yang terjadi sungguh diluar dugaan.
Acara dibuka dengan do'a oleh wakil siswa. Anak-anak yang polos itu ternyata bisa sedemikian dalam mencurahkan perasaannya. Mereka minta maaf pada orang tua, ustad-ustadzah, dan mohon dido'akan agar lancar menghadapi ujian.
Ini baru sepertiga acara, tapi coba tebak apa yang terjadi denganku ? Ya, benar...aku sudah banjir air mata tanpa bisa ditahan. Lalu waktu ustad Arodhi memimpin muhasabah, lagi-lagi aku tenggelam dalam air mata yang nyaris tidak sanggup diatasi oleh sehelai sapu tangan yang kugenggam dan sudah basah sejak tadi.
Yang paling dramatis adalah saat para orang tua berdiri berjajar. Anak-anak satu persatu berkeliling mencium tangan kami, sambil meminta maaf dan memohon do'a. Subhanallah, aku merasa begitu kecil dan lemah, sedangkan harapan dan impianku begitu besar dan tinggi. Aku merasa sangat tidak berdaya...
Entah apa yang ada di benak para orang tua yang lain, tapi yang pasti saat itu aku merasa Arum adalah segala-galanya bagiku. Ujian yang akan dihadapinya tidak lama lagi adalah ujian buatku juga. Beratnya tekanan yang dia rasakan, aku rasakan juga. Kekhawatiran yang membayang di wajahnya, menari-nari di benakku juga.
Pendek kata, beratnya berjibaku meraih masa depan yang dia alami sekarang, aku ikut merasakan juga. Aku dan MD hanya bisa menguatkan Arum bahwa Papa-Mama selalu ada di belakangnya. Kami akan senantiasa mendukung dan mendorong segala usahanya meraih sukses. Dengan do'a, dengan cinta, dengan kasih-sayang, dan dengan segala yang kami punya.
***
Selama empat hari Unas kemarin, ibu-ibu wali murid juga menggelar khataman Qur'an bersama. Waktunya disesuaikan dengan jam ujian anak-anak. Pukul tujuh kami sudah berkumpul di masjid sekolah untuk sholat Dhuha bersama. Tepat pukul delapan, saat ujian dimulai, kami juga memulai membaca Qur'an.
Karena yang hadir lebih dari tiga puluh orang, kami membagi bacaan masing masing satu orang satu juz. Alhamdulillah sebelum pukul sepuluh, saat ujian selesai, kami sudah mengkhatamkan semua bacaan, dan bahkan masih sempat menutup dengan dzikir.
Hal ini berlangsung lancar dari hari Senin sampai Kamis. Semoga semua upaya yang kami lakukan mendapat ridha dariNya, dan semua permohonan kami diijabah. Semoga anak-anak kami lulus Unas dengan nilai memuaskan dan bisa melanjutkan pendidikan sesuai minat dan keinginannya. Ameen ya Rabb...
***
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar