Ini kisah klasik tentang pencarian makna cinta. Kegalauan hati dan keresahan bagaimana menemukan cinta.
***
Suatu hari Mas Bro [sopo iku ?...he..he.. embuh !] terlibat pembicaraan seru dengan seorang 'suhu' yang paham betul tentang seluk beluk dunia persilatan, eh.. percintaan. Begini kira-kira percakapan rahasia mereka ;
Mas Bro : Cinta itu apa sih Suhu ?
Dimana saya bisa menemukannya ?
Suhu : [ menjawab pelan sambil mengusap jambangnya, matanya menerawang jauh.. ]
Ada ladang gandum yang luas di depan sana. Berjalanlah kamu tanpa boleh mundur lagi,
lalu ambillah satu ranting saja.
Jika kau menemukan ranting yang kau anggap paling menakjubkan,
artinya kau telah menemukan cinta.
[ Mas Bro pun berjalan. Tidak berapa lama dia kembali dengan tangan kosong tanpa membawa apapun. ]
Suhu : Mengapa kau tidak membawa ranting satupun ?
Mas Bro : Karena aku hanya boleh membawa satu ranting saja, padahal aku tidak boleh mundur
atau berbalik.
Sebenarnya aku telah menemukan yang paling menakjubkan.
Tapi aku tidak tahu apakah ada yang lebih menakjubkan lagi di depan sana, jadi
tidak kuambil ranting itu.
Ketika aku melanjutkan berjalan lebih jauh lagi, baru kusadari kalau
ranting-ranting yang kutemukan kemudian, tidak sebaik dan secantik ranting
yang tadi.
Jadi tak kuambil sebatang pun pada akhirnya.
Suhu : ... itulah yang dinamakan cinta...
***
Pada hari yang lain, karena semakin penasaran, Mas Bro kembali bertanya pada suhunya. Kira-kira seperti ini pertanyaannya :
Mas Bro : Kalau perkawinan itu apa ya Suhu ?
Lalu, bagaimana saya menemukannya ?
Suhu : Bro...di depan sana ada hutan yang subur. Berjalanlah tanpa mundur dan menoleh kembali.
Kau hanya boleh menebang satu pohon saja.
Tebanglah jika kau menemukan satu pohon yang paling tinggi, karena itu artinya kau menemukan
'arti perkawinan' ....
[ Mas Bro berjalan penuh semangat. Tidak berapa lama dia kembali dengan membawa sebatang pohon. Tetapi, pohon itu bukanlah pohon yang segar dan juga tidak terlalu tinggi. Pohon itu biasa-biasa saja, batangnya berkelok, dan daunnya kekuningan. ]
Suhu : Mengapa kau ambil pohon yang seperti itu ?....emang gak ada yang laen apa ?...
Mas Bro : ...sebab berdasarkan pengalamanku sebelumnya, setelah menjelajah hampir setengah hutan,
aku kembali dengan tangan kosong. Jadi, ketika aku lihat pohon ini dan kurasa
tidak terlalu buruk, maka kuputuskan untuk menebangnya.
Aku tidak mau kehilangan kesempatan untuk mendapatkannya....
Suhu : Nah, itulah yang di sebut perkawinan ...
***
Tidak ada komentar:
Posting Komentar