Kamis, 22 Desember 2011

Kaleidoskop 2011 ala Mama

Januari 2011
Papa sedang sibuk-sibuknya mempersiapkan pembukaan kebun kelapa sawit di Kalbar. Tambang fosfat sudah tidak diurusi lagi. Karena berbagai kendala, proyek sawit berjalan sangat lambat bahkan nyaris gagal. Arum-Dinda serius berlatih musik, dengan pengawasan mama sebagai satpam yang galak.

Februari 2011
Lagi-lagi Papa menemukan kesibukan baru, menjadi bendahara untuk sebuah asosiasi importir tingkat nasional. Rapat marathon tiap malam sampai dini hari. Beberapa kali terbang ke Pontianak mengurus kebun kelapa sawit. Mama ultah,  dapat hadiah cium dan peluk hangat dari seisi rumah .

Maret 2011
Arum ultah ke 14. Hadiahnya kamera Canon tipe terbaru, yang biasa dipakai para fotografer profesional. Saat itu juga dia memantapkan tekad bahwa ingin menimba ilmu sinematografi di  luar. Papa mendukung penuh -mama langsung mewek, membayangkan sepinya rumah tanpa si cantik-.

April 2011
Kesibukan Papa di asosiasi semakin padat. Pekerjaan rutin menumpuk. Klien baru terus berdatangan. Mama terbengong-bengong, karena seisi rumah pada sibuk masing-masing. Teman-teman SMP mama mengadakan reuni di rumah.

Mei 2011
Dinda semakin pesat kemajuannya dalam bermusik. Tanpa ragu dia bilang mau belajar musik klasik di Austria -negerinya Mozart- dan sekali lagi Papa mendukung. Mama tambah pilu...si centil mau keluar dari rumah juga ? lha terus mama sama siapa ? Mama menyibukkan diri nguntit Papa kemanapun pergi, mengurus bisnis sekalian jalan-jalan.

Juni 2011
Bude Ning pindah dari Pontianak ke Cirebon. Yangkung Rasyid dan Yangti Sri mulai berwacana tinggal di Surabaya. Papa langsung menyingsingkan lengan, "Rumah harus di renovasi total ". Sekeluarga terbang ke Pontianak untuk mempersiapkan kepindahan. Mampir Jakarta untuk merayakan ultah Dinda ke 8 di Kidzania.

Juli 2011
Papa ultah., acaranya  makan bersama dengan lebih dari dua puluh tukang yang merenovasi rumah. Dapat hadiah jam tangan mewah dari kolega, dan 'bom penuh cinta' dari mama. Negosiasi jadwal les untuk Arum dan Dinda -sekarang saatnya injak pedal gas, nak-

Agustus 2011
Persiapan safari panjang dengan membawa rombongan dari Pontianak. Mama ditunjuk sebagai EOnya...ya ngurus hotel, tiket, makan, destinasi wisata, sampai menemani ngobrol.Wis pokoknya cuapek pol. Rumah disulap jadi hotel deh, meskipun para bibik sudah pada pulang lebaran. Mama merangkap jadi bibik juga, sampai akhirnya KO dengan sukses...-tragis..-

September 2011
Ada kabar Tante Kiki pindah ke Malang bulan depan. Kepindahan Yangkung-Yangti ke rumah Jambangan Baru dipercepat, jadi renovasi juga dipercepat. Para tukang mulai bergeser masuk rumah dan naik ke lantai dua. Arum-Dinda mulai surut semangatnya latihan musik. Satpamnya semakin sering uring-uringan sambil sibuk mengelap debu tebal diatas drum dan piano.

Oktober 2011
Studio musik selesai dibuat, jadi tidak ada alasan lagi malas latihan . Menambah asisten baru untuk mengurus Yangkung-Yangti. Ternyata masalahnya banyak dan ruwet, sampai mama memutuskan bahwa asisten baru harus segera diganti. Pada saat bersamaan, asisten yang 'dihibahkan' pada Tante Kiki, sedang menghadapi masalah. Mama ikut kena getahnya...duh, sedihnya

November 2011
Papa menemukan kesibukan baru yang semakin menyita waktu; tambak udang dan tambang kalsium. Arum konsentrasi penuh mempersiapkan Unas, sedangkan Dinda sibuk menulis blog. Yangti mulai mengirim beberapa peti barang antik yang dihibahkan pada mama. Mulai berburu tiket liburan tahun baru ke Bali, sekalian mau nengok apartement yang di sewa  hampir delapan tahun lalu dan habis sewanya dua tahun lagi.

Desember 2011
Renovasi selesai, asisten baru sudah siap, dan Yangkung-Yangti resmi masuk ke rumah Jambangan Baru. Liburan tahun baru ke Bali batal, karena harus mengawal Yangkung-Yangti ke Cirebon. Ya sudah, tahun baru di Bandung saja. Sampai dapat kabar bahwa Arum-Dinda harus ikut konser tanggal 30 Desember dan 5 Januari. Yaa...tahun barunya di Surabaya deh.

***


Hari-hari di bulan Desember belum berakhir. Artinya masih akan ada banyak kejadian lagi ....

***

Tidak ada komentar: