...
Suatu pagi yang cerah.
Kiki : bude, bisa nitip si kembar bentar nggaaak ?...
Aku : bisa dong tante, bawa sini aja nanti bude jagain...
Itu teorinya, prakteknya; yangti dan bibik berlarian kesana kemari ngikutin si kembar yang lincahnya ampun-ampunan. Dan si bude lempeng aja nongkrong di depan komputer....huehehehe...
...
Pagi-pagi sekali, belum subuh dan belum pada bangun.
Jam biologis bangun pagiku adalah beberapa menit sebelum pukul 03.00 yang hampir selalu diawali dengan perut melilit minta diisi. Maka dini hari itu aku gerilya mencari sepotong sandwich crackers kesukaanku, sambil menyeduh kopi.
Setengah jam kemudian yangti bangun. Mendapati aku termangu di meja makan sambil ngemil crackers dan menyeruput kopi, beliau bertanya, "Sahur ?"
Dhueeng !!!
Ini sudah hari senin, tapi mengapa aku masih merasa seperti hari minggu...:(
...
Aku terbangun di dini hari yang sejuk, karena mimpi dikejar-kejar beruang hitam Alaska seperti yang sering aku lihat di film-film.
Saat terbangun, baru sadar kalau yang aku kira raungan beruang hitam tadi sebenarnya adalah suara dengkur MD. Kepalanya menempel persis di tengkukku dan tangannya yang besar dan berat memeluk perutku.
Huehehehehe...sekarang aku tahu bagaimana rasanya dimangsa beruang.
...
Suatu pagi, saat semua alarm di kamar Arum-Dinda berbunyi.
Krrriiiiing !!!.... mati.
Bipip..bipip..bipip !!!....mati
Satu kali, aku menghitung dalam hati.
Krrriiiiing !!!....mati lagi.
Bipip..bipip..bipip !!!...mati juga.
Dua kali, tandukku mulai keluar.
Aku mengambil nafas panjang, bersiap action kalau alarm ketiga sudah berbunyi tapi pintu masing-masing kamar belum terbuka.
Beberapa detik kemudian, Arum-Dinda-Papa keluar bersamaan dari kamar masing-masing.
Ah, syukurlah....kalian selamat dari amukan jurus gedor seribu....:)
...
Yangti : ibuk mertuaku...
Bibik : pembantu senior di rumahku
Tidak ada komentar:
Posting Komentar