...
Jangan diambil hati. Itu hanya sebuah judul cerpen picisan yang kurang bermutu, dan kebetulan kutemukan ditumpukan kertas bekas di gudangku...hehehe...
...
Yang sebenarnya terjadi adalah; aku menemukan kesadaran bahwa hidup terasa indah justru pada saat kita dihadapkan pada suatu masalah. Semakin berat dan rumit masalah itu, semakin indahlah hidup kita.
Tidak percaya ? Nih lihat....
Sembilan tahun yang lalu aku kehilangan mobil kesayanganku, hadiah dari MD untuk kehamilanku yang kedua. Sebuah sedan Civic Ferio varian terbaru warna merah. Hilangnya dengan cara yang mengenaskan; tertipu teman bisnis. Dalam perjalanan ternyata Allah memberi ganti berlipat-lipat dari harga mobil itu. Semua kejengkelan dan rasa marah karena kehilangan mobil baru telah membuat aku dan MD terpacu untuk lebih giat berusaha, dan lebih sungguh-sungguh bekerja. Hasilnya adalah kami berhasil mencapai lompatan-lompatan besar. Hal yang mungkin tidak terjadi seandainya kami tidak mengalami musibah kehilangan mobil.
Kurang tragis ? Ok, ada lagi nih...
Baru kehilangan mobil, eh dapat kabar dari dokter kalau aku harus segera masuk ruang operasi, karena tumor di salah satu bagian tubuhku tumbuh lebih cepat dari perkiraan dokter. Ya Allah...ini akan jadi operasi pengangkatan tumorku yang ketiga. Terasa berat karena aku dalam kondisi hamil, dan aku sangat sensitif pada obat anastesi. Ingin rasanya aku menangis keras. Tapi sadar kalau itu bukan jalan keluar dan akan menjatuhkan mental MD dan keluargaku juga. Maka dengan mantap aku menyatakan kesanggupan untuk dioperasi sesegera mungkin. Aku hanya berdoa dalam hati, "Ya Allah, ijinkan aku bangun lagi setelah operasi ini." Hari-hari sesudahnya terasa jauh lebih ringan meski kehamilanku termasuk sulit. Aku tidak merasakannya sebagai beban karena aku sudah melalui yang jauh lebih berat dari itu.
...
Betapapun beratnya hidup yang harus kita lalui, selama kita yakin bisa melaluinya, pasti segalanya akan terasa ringan.
Sekarang ini, kalau aku merenungkan kembali perjalanan hidupku yang serunya seperti naik jet coaster, aku sering merinding dan takjub sendiri. Kok waktu itu aku sanggup melaluinya ya ?...hehehe...
Jadi kalau ada teman yang sedih karena masalah yang tak kunjung usai, ada kerabat yang berduka karena beban hidup yang demikian berat, ada orang-orang di sekeliling yang putus harapan karena lelah memikul cobaan, aku hanya bisa terus menerus meyakinkan mereka bahwa; inilah hidup. Mau tidak mau, suka tidak suka, selama kita masih hidup maka kita semua akan mengalami pasang surut.
Tidak perlu bereaksi berlebihan ketika hidup tak lagi indah. Tidak perlu sedih dan kecil hati berkepanjangan, karena semua masalah dan ujian tidak ada yang abadi.
Persis seperti kebahagiaan. Kita tidak dianjurkan berlebihan menikmati keindahan hidup, karena semua yang indah pun tidak akan abadi.
Kalimat sederhananya sih; biasa-biasa saja deh kalau sedang ada masalah, nggak usah lebay apalagi sampai overact. Begitu juga kalau nasib kita sedang bagus-bagusnya jauh diatas yang lain. Tidak perlu dipamer-pamerin --gubrakk!!-- Nyantai aja....Kalau naik motor lebih praktis, ya why not?...kalau destinasi liburan di negeri sendiri masih layak untuk dikunjungi, ya nggak usah maksa harus going out...yang semacam itu deh.
...
Sorry, tidak bermaksud menyentil siapapun, hanya sekedar curahan pikiran saja. Semoga ada sedikit kebaikan yang dapat kita ambil bersama...:))
---
Tidak ada komentar:
Posting Komentar