Jumat, 05 Oktober 2012

Sebuah 'Sentilan' Kecil

...
Suatu ketika ada seseorang yang mengatakan padaku, betapa aku adalah orang yang sangat angin-anginan. Kalau anginnya sepoi-sepoi, aku bisa sangat enak #lha mosok aku makanan...dibilang enak!
Tapi kalau anginnya sedang ribut, aku bisa marah-marah. DHUEENG !!!  #kepalaku langsung terasa nyut-nyut...

...
To be honest, hal tersulit dalam hidup adalah menyadari keburukan dan kekurangan diri sendiri. Kadang, kalau sedang jernih, aku merasa juga kok kalau aku ini banyaaak sekali kekurangannya. Ada yang nyata, tapi ada juga yang samar-samar.

Soal yang satu itu...hehehe...soal marah-marah maksudnya, sepertinya aku perlu mengklarifikasi. Apa yang menurut pandangan orang adalah marah, buat aku sebenarnya lebih pada tegas dan tanpa kompromi. Kalau aku tidak setuju lalu diam, orang mengartikan aku marah. Padahal itu lebih baik daripada aku mengutarakan alasan ketidak setujuanku lengkap dengan argumennya, dan mungkin itu justru akan memperpanjang konflik. Dalam situasi seperti ini; diam lebih baik daripada perang mulut.

Adakalanya juga aku terpaksa harus melayani debat kusir, hanya demi memperoleh secuil kesepakatan. Aku bilang terpaksa, karena ini sama sekali bukan kemauanku. Misalnya tentang hal-hal prinsip dalam pekerjaan, aku sering beradu argumen dengan MD, dan ini memang harus kami lakukan agar kaki-kaki kami dapat melangkah seiring sejalan. Kadang-kadang pembicaraan berlangsung santai, pada awalnya. Tapi pada titik tertentu bisa sangat sengit dan alot, penuh emosi, karena masing-masing pihak merasa pendapatnya paling benar.

Pfffuuuhh...lalu salahnya dimana ??
Apa aku harus menerima saja apapun yang terjadi ? Apa aku harus setuju saja apapun pendapat orang ? Apa protes itu tabu meskipun aku tahu sesuatu itu salah ? Apa menunjukkan emosi itu dosa ? Apa aku harus pura-pura setuju untuk menyenangkan orang lain ?...

Lho..lho..sebentar ta, aku bukan marah ini. Aku cuma bertanya, dan itu tidak kutujukan pada siapa-siapa tapi lebih kepada diriku sendiri.

Aku dibilang high tempert, ok..itu menjadi semacam kritik, dan aku berterima kasih untuk siapapun yang sudah menyampaikan ini padaku #haloo..kritiknya diterima sayang..
Kedepan, aku berharap bisa memperbaiki diri menjadi lebih baik, lebih baik, dan lebih baik lagi. InsyaAllah...

---

Tidak ada komentar: