Lalu tanpa kuminta ia membantu mencarikan warna kerudung yang sesuai dengan gamis batik yang kupakai hari itu.
...
Sebenarnya agak kaget juga mendapat pertanyaan seperti ini, setelah sekian lama aku memutuskan memakai jilbab kemanapun pergi. Harusnya masalah ini sudah clear dari dulu-dulu kan ? Tapi aku menganggap ini semacam refresh pada pilihanku menutup aurat.
Kerabat yang masih belia ini --tapi dulu waktu seumur dia, aku sudah punya Arum :)-- mulai bertanya-tanya alasanku berhijab, dan tentu saja aku menjelaskan gamblang tapi dengan versi 'aku banget' ...hehehe...
Karena Mas Dony. Lho ?...iya, waktu itu MD minta kami menikah meskipun kuliah belum selesai, karena menurutnya berpacaran sekian tahun membuatnya bosan. Cuma ngobrol aja, cuma makan siang di cafe aja, cuma mancing di Pacet aja, cuma ke toko buku aja, cuma ke toko kaset aja, cuma...buanyak sebenarnya acara kami, tapi ya itu; aku dan MD menjaga agar model pacaran kami bersih tanpa noda. Terus-terusan berdekatan tapi tidak terjangkau, agaknya membuat MD ngenes. Aku minta waktu satu tahun untuk membenahi diri sebelum akhirnya kami menikah pada September 1995.
Alasan kedua; ini agak aneh, dan sampai sekarang pun aku masih belum paham benar artinya. Aku sering mengalami mimpi buruk selama berbulan-bulan. Mimpi yang sama persis, pada waktu yang kira-kira juga sama.
Aku mimpi tiba-tiba seluruh pakaian yang aku kenakan terlepas dengan sendirinya pada saat aku berada di depan umum, di tengah-tengah orang banyak. Bisa dibayangkan betapa malunya. Dalam kondisi tidur, aku bisa merasakan keringat dingin membanjiri sekujur tubuh, dan wajahku terasa panas menahan malu. Mimpi yang sama terjadi berulang-ulang, pada dini hari menjelang subuh. Setelah aku berhijab mimpi itu seketika berhenti.
Alasan ketiga; aku merasa lebih cantik kalau memakai jilbab. Bhahahaha.....--Rani ngakak--
Jujur saja, secara fisik aku mempunyai terlalu banyak kekurangan yang harus disembunyikan. Kekurangan yang boleh jadi adalah kelebihan di mata suamiku, dan ini menjadi hak prerogatif MD. Apa itu? ****************** Bhahahaha.....--Rani ngakak lagi---
Jadi, yaaa gitu deh...akhirnya seperti inilah aku adanya. Alhamdulillah selama delapan belas tahun 'tertutup' aku merasa justru semua pintu rizki terbuka, semua ujian terasa ringan, semua berkah terasa sangat indah, dan yang pasti aku merasa semakin disayang suami dan di sayang Allah tentunya.
---


Tidak ada komentar:
Posting Komentar