Kamis, 14 Juni 2012

Hidup Penuh Cinta


Setiap kali dihadapkan pada sebuah masalah aku selalu merasakan sakit luar biasa di ulu hati. Nyerinya menusuk sampai tembus ke punggung. Sakit sekali. Kalau sudah begini, segala merk obat maag tidak banyak membantu. Sampai kuputuskan untuk mengambil kendali penuh atas tubuhku, dan berkata, "Cukup ! Kita mulai dari awal lagi dan anggap semuanya tidak pernah terjadi". Sesudahnya, secara perlahan rasa nyeri berkurang sampai akhirnya hilang sama sekali.

---

Menurutku, hidup kita ini seperti naik jet coaster. Menanjak tinggi, meluncur turun dengan kecepatan penuh, menukik tajam, dan bahkan melandai tenang. Semuanya terjadi silih berganti. Bagaimana rasanya ? Bayangkan saja sendiri, karena aku belum pernah punya nyali untuk naik permainan satu ini..hehe.. Tapi sepertinya lumayan bikin sport jantung, tegang, ngeri, dan mendebarkan. Sesudahnya adalah rangkuman dari semua rasa itu; menyenangkan...

Saat hidup sedang menanjak tinggi dan berhenti sejenak di ketinggian, sempat terlintas di benakku; betapa indahnya hidup, betapa rentannya posisi diatas sini. Kalau sewaktu-waktu angin bertiup kencang, entah apa yang terjadi.

Disaat lain, ketika berbagai sebab membuat hidupku meluncur deras ke bawah, aku sempatkan juga untuk merenung di sela air mata; mungkin aku belum punya cukup kemampuan untuk bertahan diatas dan berjuang mengalahkan angin. Maka dibawah adalah yang terbaik untuk saat ini.

Saat harus menata hati untuk melintasi tikungan tajam yang menukik, keraguan besar kembali berdenyut; sanggupkah aku melewati ini semua ? Atau aku akan 'habis' dilibas kejamnya hidup? Betapa mengerikan harus melalui lintasan maut yang taruhannya adalah masa depan kita, selama hidup dan setelahnya.

Lalu, apa yang membuat aku tetap mampu bertahan duduk manis diatas jet coaster yang melaju dengan kecepatan tinggi ? tidak lain adalah cinta.

Pada diri sendiri, yang membuat aku mampu berdiri tegak menatap ke depan. Pada anak-anak dan suami, alasan utamaku bertahan dari segala amukan badai paling ganas sekalipun. Pada orang-orang di sekelilingku, yang memanjangkan nafasku sampai detik ini dan membuatku berguna untuk mereka dari hari kehari. Dan tentu saja, cinta pada pemilik jet coaster; Dia yang memberiku kesempatan untuk merasakan sensasi hidup dengan cara yang indah.


***


Tidak ada komentar: