Masjid Menara Kudus. Kunjungan ke Kudus pada awal Oktober 2011 ini adalah bagian dari perjalanan bisnis Mas Dony, sekaligus menutup rangkaian touring kami berdua mengunjungi makam-makam wali songo . Tidak terasa , seluruh 'destinasi wajib' yang biasanya dikunjungi dalam wisata religi sudah kami tuntaskan dalam waktu 2 tahun. Lama sekali ? Tentu saja, karena semuanya kami lakukan di sela-sela perjalanan bisnis, mencuri-curi waktu, dan mengatur jadwal dengan tidak mudah.
Dalam perjalanan kali ini kami mengunjungi makam Sunan Kudus di kota Kudus dan Sunan Muria di Pati Jawa Tengah. Yang menarik adalah makam Sunan Muria. Terletak di atas bukit, yang menurutku sudah tidak terlihat lagi kesakralannya saking totalnya direnovasi. Kesannya biasa saja, seperti mengunjungi makam-makam pada umumnya. Lalu di mana letak menariknya ?
Dari arah makam, beberapa kilo ke arah timur, terdapat situs sumber air tiga rasa. Konon tempat ini dulunya adalah tempat semedi atau menyepi Kanjeng Sunan. Untuk sampai ke lokasi ini tidak mudah. Jalannya meliuk-liuk dan curam sepanjang beberapa kilometer. Aku dan Mas Dony naik ojek, itupun makan waktu lebih 20 menit. Sesampai di sana aku merasa terlempar ke 'alam lain'.
Tinggi di atas bukit, sunyi senyap, gelap karena rimbun pepohonan dan sangat asing. Sumber airnya ternyata adalah tiga ceruk kecil di sebuah tebing batu tidak terlalu besar. Dari bawahnya mengalir air dari perut bumi yang terlihat sangat jernih. Dengan telapak tangan aku coba mencicipi rasa airnya. Benarkah berbeda ? Lagi-lagi aku kecewa ( maaf..). Ternyata rasanya tidak beda-beda amat. Hanya berbeda keasaman, menurutku, yang semakin pekat dari ceruk satu ke ceruk dua dan ceruk tiga.
Tadinya aku kira ketiganya berbeda rasa yang ekstrem. Misalnya ceruk satu rasa stroberi, ceruk dua rasa jeruk, dan ceruk tiga rasa anggur, gitu...:))) Saking ngerinya dengan suasana sekitar yang seram, aku tidak berani mengungkapkan ini secara langsung, takut kesambet.. he..he..he.. Permintaan Mas Dony untuk membawa sample air dari masing-masing ceruk itu juga kutolak...Tapi yang paling disesalkan adalah; kami tidak terpikir untuk berfoto, padahal aku merasa tidak bakalan ke tempat ini lagi karena letaknya yang jauh plus medan yang sulit.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar